LGBT Mengguncang Dunia Sepakbola di Inggris

Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau yang biasa kita singkat dengan LGBT dalam beberapa tahun terakhir telah berani mengkampanyekan keberadaan mereka di dunia. Mereka juga terus menuntut hak-hak mereka agar setara dengan orang-orangg straight. Kini, LGBT telah berani masuk ke dalam dunia sepabola.

LGBT Bagian Dari Komunitas?

Hal itu ditunjukan tatkala pada Liga Primer Inggris 30 November mendatang dalam laga akhir pekan, mereka akan menghiasinya dengan atribut-atribut LGBT yakni atribut warna pelangi. Mereka sengaja melakukan hal itu demi mendukung keberadaan LGBT. Telah diketahui bahwa sebanyak 20 klub sepakbola akan berpartisipasi dalam mendukung kampanye Rainbow Laces di musim 2018-2019. Mereka ingin menyampaikan bahwa sepakbola adalah olahraga untuk semua orang, tanpa terkecuali.

Selain laga yang akan berlangsung 30 November, laga 5 Desember juga masih mendukung kapanya Rainbow Laces. Semua klub Liga Primer Inggris dipastikan akan mengikuti agenda tersebut dan mereka akan mengenakan atribut pelangi sebagaimana kita ketahui pelangi sebagai atribut kebanggaan LGBT. Atribut pelangi ini akan menghiasi mulai dari bendera di lapangan, alas nola dan papan nomor pergantian pemain. Juga ban lengan kapten harus berwarna pelangi.

“Sepakbola Liga Primer Inggris merupakan hak untuk siapa pun, dimana pun, dan klub judi bola sbobet kami bekomitme kepada persamaan dan keragaman di semua tingkat olahraga. Kami melihat komunitas LGBT sebagai bagian utuh dari komunitas kami,” begitulah yang disampaikan ketua eksekutif Liga Primer Inggris, Richard Scudamore yang dikutip dari Akurat dalam web resmi Liga Primer Inggris.

Awal mula terjadinya kampanye ini karena mereka khawatir masih ada kasus homophobia kepada pelaku sepakbola tatkala hal itu sempat terjadi di Spanyol kepada seorang wasit bernama Jesus Tomillero. Hal itulah yang membuat Liga Inggris khawatir akan adanya kecenderungan homophobia. Federasi Sepakbola Inggris (FA) masih khawatir bahwa apabila ada pelaku sepakbola yang mengakui gay, nantinya akan mendapatkan pelecehan homophobia.

Kampanye di Dalam Liga Primer

Pihak FA mengaku khawatir apabila terjadi penyalahgunaan terhadap pesepakbola yang mengakui bahwa dirinya penyuka sesama jenis. Maksudnya adalah FA menyarankan agar pesepakbola gay bisa lebih menjaga rahasianya. Seperti apa yang terjadi pada Justin Fashanu di tahun 1990-an. Ia bunuh diri akibat tertekan sejak ia mengaku dirinya seorang gay. Lalu pada tahun 2011 ada dua pemain Liga Primer Inggris yang mengaku sebagai homoseksual. Dan mereka mendapat teror mobilnya dicoret-coret dengan perkataan homophobia.

Meski awalnya menyarankan untuk menjaga rahasia, akhirnya Liga Primer Inggris melakukan sesuatu yakni semua klub akan menjadi bagian dari kampanye Rainbow Laces yang merupakan buatan dari badan amal LGBT bernama Stonewall. Sehingga, pada seluruh pertandingan Liga Primer Inggris nantinya akan dibuka dengan bendera Liga Primer Inggris yang bermotif pelangi.

Lalu Stadion Wembley akan dipenuhi dengan warna pelangi. Tak hanya itu, layar-layar iklan juga akan berisi konten yang mengandung pesan-pesan dukungan kepada kaum LGBT.Stonewall mengungkapkan mengapa ia bekerjasama dengan sepakbola. Lantaran menurut survey yang mereka lakukan, sebanyak 72 persen pendukung sepakbola selalu mengungkapkan hal-hal yang berbau homophobia.

Terlebih dalam survey yang dilakukan BBC kepada 4 ribu orang di Wales dan Skotlandia mengungkapkan bahwa 8 persen diantaranya akan berhenti mendukung tim favoritnya apabila ada pemain yang mengaku dirinya gay.Kampanye ini diharapkan agar selanjutnya sepakbola bisa lebih menerima keberagaman dan mengurangi tingkat diskriminasi terhadap homophobia. Setujukah kamu dengan kampanye ini?

Read More →