Aturan Penanganan Corona Tidak Jelas: Ungkap Jusuf Kalla

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan pendapatnya soal penanganan corona di RI. Dirinya menilai bahwa sejumlah aturan penanganan virus corona oleh pemerintah masih simpang siur dan tak jelas. JK juga menyebutkan bahwa pandemi virus corona ini berpotensi menimbulkan krisis ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan krisis ekonomi tahun 1998 silam.

Penanganan Corona Masih Simpang Siur Tak Jelas

Hal ini disampaikannya lewat wawancaranya dengan salah satu reporter CNN Indonesia. Melansir dari CNN Indonesia berikut ini lah petikan wawancara Jusuf Kalla dengan reporter tersebut.

Saat ditanya tentang PSBB dan evaluasinya, Kalla mengatakan bahwa PSBB merupakan salah satu upaya dari prinsip pokok yaitu tinggal di rumah saja, jangan bersentuhan dengan orang yang terinfeksi maupun yang tidak, itu semua. “Maka harus dilakukan dengan aturan dan tercermin dari PSBB, pengetatan PSBB karena tidak ada sanksi tegas hanya imbauan saja maka jadi tidak efektif,” imbuhnya.

“Akibatnya adalah seperti kita tahu tidak memberikan dampak yang luas, pemerintah harus lebih tegas lagi memberikan sanksi dari yang melanggar aturan-aturan tersebut.”

Ketika reporter menayakan tentang kesinergian aturan pemerintah dengan pemerintah daerah, Kalla mengatakan bahwa secara aturan dan perintah, aturannya sendiri masih tergolong simpang siur. Kadang-kadang jadi tidak jelas, dan menurutnya harus dikoordinasikan lagi. “Ada tiga hal pokok: satu, waktu terbatas, karena semakin lama dan waktu kita terbatas. Selanjutnya adalah ada koordinasi. Walapun ada satgas dan gugus tugas, namun tak mudah melakukannya. Kemudian yang terakhir itu logistic, kalau labnya kurang, orang-orangnya kurang, rumah sakit tak mencukupi, APD kurang, obat-obatnya kurang, jadi susah dengan mempertimbangkan waktu, logistic, koordinasi dan orang-orang yang memiliki keahlian,” sambungnya.

Berkedaan dengan hal ini, Presiden Jokowi, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dan Mendagri Tito Karnavian, sudah mengatakan bahwa memang pemerintah pusat dan daerah solid dalam menanggulangi virus corona ini  dan tak ada hambatan dalam bersinergi satu dengan lainnya.

Penanganan Belum Terbilang Cepat

Sedangkan menurut pria yang pernah menjabat sebagai wakil presiden Indonesia dua kali ini, cepat atau tidaknya penanganan virus corona di Indonesia ini dilihat dari trend. “Kalau kita lihat yang cepat itu Korea dan Taiwan. Dalam dua bulan mereka bisa control toto togel hk itu, segala aspek harus diperhitungkan. Kita juga harus pilih-pilih opsi yang ada walaupun berisiko,” katanya.

Pendekatan yang lembut, menurutnya, dengan melarang masyarakat kemana-mana tentu akan membuat rakyat lebih senang. Jadi, pilihan yang tepat menurut Jusuf Kalla adalah semua ahli hanya dua pokok, yaitu jaga jarak, memakai masker, mencuci tangan serta tak bertemu dengan banyak orang dulu. Hal itu bakal menghentikan penyebarannya.

“Nah, ditambah lagi karena ini tak tahu dari mana, kan, virus ini. Harus besar-besaran semprot ini. Kalau dulu flu burung, sumbernya dari ayam, ayam yang ada unsur merahnya kita musnahkan. Pemerintah bayar ini dan ini tidak, saat itu saya yang pimpin. Kalau ini obatnya tidak tahu, vaksinnya juga tidak tahu,” ungkap Kalla lagi.

Terkait dengan larangan mudik, ia melihat ini dilemma. Hanya kesadaran dan ketegasan, tak bisa Cuma imbauan saja. “Kita bersyukur ada larangan mudik, walau sudah diminta lama. Kenapa tidak pakai penjelasan lagi, kalau yang datang dari Jakarta harus isolasi diri 14 hari. Kan mudik 7-10 hari, tapi kalau mudik terus isolasi, apa gunanya mudik” pungkasnya.

Read More →