Start 12, Sean Gelael Raih Podium di GP Monaco

Muhammad Sean Ricardo Gelael membuktikan kalau dirinya bukanlah pebalap sepintas lalu dalam ajang Formula 2 (F2). Bahkan terbaru, Sean mampu naik podium dalam feature race Formula 2 (F2) seri Monaco hari Jumat (25/5) kemarin. Yang membanggakan, pemuda berusia 21 tahun itu berhasil finish di urutan kedua sekalipun memulai GP Monaco di posisi ke-12.

 

Jalannya balapan sendiri memang dimulai Sean dengan langsung melaju cepat. Mengaspal di Monte Carlo, Sean langsung menembus posisi ketujuh. Di akhir balapan, Sean finish di bawah pebalap Rusia, Artem Markelov. Hasil ini merupakan ulangan pencapaian Sean di Austria 2016. Dalam Race 2 hari Sabtu (26/5), Sean dilaporkan akan memulai balapan dari posisi ketujuh yang memang sesuai dengan regulasi reversed grid.

 

Atas hasil membanggakan ini, pebalap tim Pertamina Prema Theodore Racing itu mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang memang memberi dukungan dan doa tak henti padanya. Dilansir Bolasport, Sean bahkan bersyukur atas support seluruh penggemarnya di Indonesia. Putra Ricardo Gelael yang adalah pemilik jaringan franchise resto cepat saji KFC di Indonesia ini bahkan menyebutkan prestasinya semakin istmewa karena didapat di bulan Ramadan.

 

Dengan raihannya kali ini, Sean menambah 18 angka untuk dirinya. Saat ini Sean bercokol di posisi kedelapan dalam klasemen sementara pebalap F2 dengan raihan total 29 poin. Jika sesuai jadwal, Race 2 akan bisa dinikmati penggemar Sean di Indonesia secara live streaming di sean-gelael.com mulai pukul 22.20 WIB.

 

Posisi 2 Jadi Bukti Taktik Tepat Sean

Mencicipi podium dan meraih posisi kedua tentu jadi bukti kalau Sean memang tak gentar dengan ‘kutukan’ sirkuit Monte Carlo. Karena selama ini, banyak anggapan yang menyebutkan jika Monte Carlo adalah ‘kuburan’ bagi pebalap yang meraih posisi start jelek. Namun Sean yang start di posisi ke-12 justru sukses merangsek ke 10 posisi lebih depan. Keberhasilan ini sendiri tak lepas dari taktik yang dilakukan Sean.

 

Seperti balapan-balapan seri sebelumnya, Sean memang sudah memiliki strategi sendiri. Dan untuk GP Monaco, dirinya memakai taktik undercut yaitu masuk pit stop lebih dulu dibandingkan pebalap lainnya. Sean memilih masuk pit stop setelah aman di posisi ketujuh untuk mengganti ban supersoft dengan soft. Beruntung saat itu kemudian terjadi insiden yang membuat safety car masuk ke lintasan dan Sean yang sudah masuk pit duluan makin bisa memanfaatkan situasi sehingga mampu meraih podium di posisi kedua.

 

Tim Pertamina Nyebur ke Laut Usai Podium Sean

Kebahagiaan atas pencapaian Sean rupanya ditanggapi unik oleh seluruh tim. Beberapa jam usai seri Monaco berakhir, tim Pertamina Prema Theodore Racing langsung merayakannya dengan nyebur ke laut Monte Carlo. Hasil ini jadi podium pertama tim Prema di seri F2 Monaco, seperti dilansir Tribun Jateng. Kendati pada musim 2016 dan 2017 tim Prema berhasil memiliki juara lewat Pierre Gasly dan Charles Leclerc, mereka sebetulnya tak pernah mendapat podium di Monaco entah untuk Feature Race atau Sprint Race.

 

Lewat foto yang ada, terlihat jika Sean dan rekan satu timnya, Nyck de Vries begitu bahagia bisa nyebut ke laut yang tak jauh dari paddock F2. Bahkan pelatih pribadi Sean yakni Ville Vihola, Team Principal Pertamina Prema yakni Rene Rosin dan Callum Ilott selaku pebalap GP3 Series ikut berbasah-basah bahagia.

Read More →