Rapor Prestasi Pemain Bola Indonesia: Siapa yang Paling Cemerlang?

Beberapa pemain bola Indonesia yang melebarkan karirnya di luar negeri sudah melakoni laga bersama klubnya masing-masing. Beberapa di antara sejumlah pemain tersebut memang tampil dengan sangat apik, akan tetapi beberapa menjadi cadangan saja.

Ilham Udin Armaiyn dan Evan Dimas

Misalnya saja Ilham Udin Armaiyn. Pemain sayap Tim Nasional Indonesia U-23 ini berhasil menyumbangkan assist saat Selangor FA mengalahkan tim MOF FC dengan skor telak 3-0.

Selangor FA sendiri melenggang ke putaran ketiga Piala FA Malaysia 2018 berkat adanya kontribusi pentingnya Ilham dan juga Evan Dimas. Tim nasional Malaysia itu menang dengan skor 3-0 ketika mereka dijamu MOF FOC pada hari Minggu (4/3) malam. Evan Dimas pasalnya bermain penuh di laga ini sedangkan Ilham Udin baru dimainkan pada babak kedua.

Kendati demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa Ilham sendiri telah sukses menjadi penyumbang assist terhadap gol pembuka milik Selangor FA yang mana dicetak oleh Amri Yahyah pada menit ke-70.

Terens Owang Puhiri

Sementara itu Terens Owang Puhiri yang namanya sempat beberapa waktu meroket saat mencetak gol run bersama Borneo FC, justru kembali menjadi penghangat bangku pemain cadangan bersama timnya.

Pemain ini juga membela Port FC di mana klub ini menelan kekalahan dengan skor 0-2 dari klub lawan mereka yakni Bangkok Glas, pada hari Minggu (4/3). Di laga ini Terens tidak mendapatkan kesempatan untuk tampil. Sejauh ini, Terens pasalnya tercatat baru melakoni 2 laga sebagai pemain Togel hk pengganti dari total 4 pertandingan Port FC.

Andik Vermansyah

Pemain yang bermain untuk Kedah FA ini juga berkontribusi atas kemenangan yang diraih oleh timnya. Winger dari Timnas Indonesia ini tidak bisa dipungkiri menjadi bagian dari kemenangan Kedah FA ini atas Negeri Sembilan FA. Tim yang dibelanya ini mampu menang dengan skor 1-0 atas lawannya. Andik sendiri sudah dimainkan sejak awal laga.

Kedua tim pasalnya bermain imbang pada waktu normal, akan tetapi Kedah FA sendiri akhirnya berhasil memetik kemenangan lewat gol tunggal di babak tambahan kedua sekaligus juga memastikan langkah mereka pada putaran ketiga.

Achmad Jufriyanto

Pemain Indonesia yang lainnya adalah Achmad Jufriyanto yang bermain dengan Kuala Lumpur FA yang mana pesta gol di Piala FA Malaysia seselesainya mencukur Kuching FC dengan skor 4-0 pada hari Sabtu (3/3).

Pemain yang akrab dipangggil dengan Jupe tersebut kembali menghiasi posisi starter dan juga berhasil menjaga barisan belakang tanpa kebobolan sama sekali.

Ezra Walian

Pemain yang bermain untuk Almere City ini pasalnya belum mendapatkan kepercayaan dari sang pelatih. Pemain naturalisasi Indonesia tersebut kembali menjadi penghangat bangku cadangan ketika Almere City ditekuk Ajax II di lanjutan Eerste Divisie pada hari Sabtu (3/3).

Kali terakhir ia bermain adalah pada tanggal 1 Desember 2017 ketika Almere bermain dengan skor imbang yakni 1-1 saat melawan Volendam. Dan sejauh ini Ezra baru bisa mengoleksi 4 buah gol saja. Sekarang ini Almere sendiri menghuni posisi 8 klasemen,  dengan tertinggal sebanyak 16 poin dari Ajax Amsterdam yang bertengger di puncak.

Demikian lah beberapa pencapaian dan juga prestasi dari beberapa pemain Indonesia yang berkiprah di luar negeri. Memang nampaknya ada yang sangat cemerlang, namun ada juga yang masih merangkak dan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi timnya di luar negeri.

Read More →

Review film Lady Bird

Pada fase kehidupan manusia, masa remaja dapat dikatakan sebagai masa yang paling penuh gejolak karena merupakan saat-saat pendewasaan diri. Film Hollywood Lady Bird mengangkat fase tersebut dalam kisah yang menarik dan layak disaksikan. Berbagai konflik yang diungkap dalam film ini berkaitan dengan hubungan antara ibu dan anak serta masalah keluarga yang mereka alami. Mendapat apresiasi yang luar biasa dari kritikus, termasuk New York Times yang menyebut film ini sebagai Kesempurnaan Pada Layar Lebar, tentu membuat kita ingin tahu bagaimana kisahnya.

 

Ulasan film Lady Bird

Film besutan Greta Gerwig ini menceritakan dengan humoris kehidupan sehari-hari seorang remaja putri yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat kita sekarang ini. Mengambil seting di tahun 2002, Christine McPherson (Saoirse Ronan) yang lahir dan tumbuh di Sacramento California merasa jenuh dengan kesehariannya. Ia berniat untuk melanjutkan pendidikannya ke New York tetapi mendapat tentangan dari ibunya, Marion (Laurie Metcalf). Penyebabnya adalah kesulitan ekonomi yang mereka alami.

 

Christine sebenarnya sangat menyayangi ibunya dan demikian pula sebaliknya, tapi mereka berdua terlihat tak pernah berhenti bertengkar. Sejak awal film ini hubungan cinta dan benci antara Marion dan si Lady Bird memang sudah sangat ditonjolkan. Misalnya pada salah satu adegannya, dimana Christine melompat dari mobil yang tengah dikemudikan sang ibu. Tindakannya ini menunjukkan karakternya yang keras kepala dan sedikit nakal serta sering memprotes Marion.

 

Tak ada yang menyangkal bahwa film ini adalah film berkualitas mengingat namanya telah masuk dalam daftar 10 film terbaik versi Times di tahun lalu. Tak hanya plot cerita yang menarik, deretan aktris dan actor yang turut berperan dalam film ini rata-rata juga menunjukkan kualitas acting yang jempolan. Beberapa pemain pendukung, misalnya, Beanie Feldstein yang memerankan Julie Stefans, sahabat karib Christine dan dua karakter lelaki yang dekat dengannya.

 

Sosok Danny yang diperankan oleh Lucas Hedges, sukses memerankan karakter pria yang simple tapi sanggup menarik hati para gadis. Selain itu ada pula Kyle, si tampan nan misterius yang diperankan oleh Timothee Chalamet. Apresiasi besar juga dialamatkan untuk Lois Smith, yang membawakan karakter seorang biarawati yang gaul dan kocak. Berbagai peristiwa seru sekaligus jenaka banyak mewarnai film ini tanpa kehilangan makna dan pesan moralnya.

 

Kisah pendewasaan seseorang yang tentu saja tak pernah mulus, tampil dengan menarik melalui Lady Bird yang sarat unsur komedi. Film ini sebenarnya cukup ringan walaupun berkualitas tetapi juga sangat dapat dinikmati dengan dialog-dialognya yang mengundang tawa sekaligus cerdas. Apalagi acting total dan alami para pemain, visualisasi yang nyata, tak lupa gambaran kehidupan di tahun 2000-an yang terlihat begitu alami dengan kostum-kostum pemainnya membuat film ini kian menarik untuk ditonton.

 

Lady Bird tetap merupakan film yang istimewa walaupun mengangkat tema yang sudah cukup umum misalnya pada film Mamma Mia! (2008), Sparkle (2012), LOL (2012), dan Brave (2012). Penyebab Lady Bird mendapat apresiasi sedemikian rupa adalah karena absennya unsur dramatisasi yang keterlaluan. Dalam Lady Bird semua adegan terasa dan terlihat begitu alami sekaligus pas.

 

Film ini menunjukkan bahwa Gerwig juga sangat piawai sebagai sutradara pada debut pertamanya, setelah sekian lama berprofesi sebagai penulis scenario. Tangan dinginnya sanggup menghasilkan cerita yang segar, ringan, lucu, dan cerdas. Tak lupa, ia juga mengangkat dinamika yang terjadi pada banyak keluarga serta gambaran yang realistis akan kelas-kelas ekonomi yang tak sering diungkap dalam film bergenre komedi remaja.

 

Read More →