Permalukan PSG, Real Madrid Tembus Perempat Final Liga Champions

Apakah Real Madrid mampu mampu mencetak rekor jadi juara Liga Champions tiga tahun berturut-turut? Semua memang belum bisa dipastikan. Hanya saja hasil pertandingan hari Selasa (6/3) malam waktu Prancis di Parc des Princes, mampu membuka peluang juara Madrid. Bertandang ke markas Paris Saint-Germain (PSG), Madrid sukses mempermalukan tuan rumah di hadapan para pendukungnya dengan skor 2-1.

 

Kemenangan di leg kedua babak 16 besar Liga Champions ini membuat Madrid berhak maju ke babak perempat final. Sebelumnya Los Blancos memang sudah meraih kemenangan 3-1 di leg pertama yang digelar di Santiago Barnebau dan membuat mereka unggul agregat 5-2. PSG sendiri memang tampil kurang sempurna lantaran sang mega bintang, Neymar, terpaksa absen usai mengalami cedera. Bahkan Angel Di Maria, Edinson Cavani dan Kylian Mbappe masih gagal membangun serangan.

 

Setelah imbang tanpa gol di babak pertama, anak asuh Zinedine Zidane mulai beringas di babak kedua. Adalah sang superstar Cristiano Ronaldo yang melesakkan gol pembuka untuk El Real berkat umpan silang Lucas Vasquez. PSG yang begitu buruk di jajaran pemain belakang semakin terpuruk saat Marco Veratti diusir usai mengoleksi kartu kuning kedua di menit ke-66. Lima menit berselang, pendukung PSG bersorak lewat gol Edinson Cavani. Namun hal itu tak berlangsung lama karena Casemiro membuat Madrid unggul 2-1 hingga pertandingan usai.

 

Perpanjang Rekor Anti Kalah Madrid Terhadap PSG

 

Kemenangan Madrid atas PSG ini jelas memperpanjang rekor juara Liga Champions musim 2016 dan 2017 itu. Karena sejauh ini rupanya Madrid belum pernah sekalipun kalah dari PSG. Kemenangan di babak 16 besar Liga Champions adalah laga keempat antara Madrid dan PSG yang lagi-lagi berhasil dimenangkan PSG. PSG memang menghadapi Madrid dengan beban berat karena dituntut menang dengan margin minimal tiga gol supaya lolos ke babak perempat final.

 

Meskipun punya catatan buruk, Unai Emery yang merupakan pelatih PSG begitu percaya diri jelang lawan raksasa Spanyol itu. Emery sejauh ini sudah 21 kali melewatkan laga dengan klub berbeda melawan Madrid. Dari catatan itu, Emery cuma bisa menang lima kali, imbang satu kali dan kalah 15 kali dari Madrid. Emery terakhir kali menang atas Madrid saat menukangi Sevilla pada November 2015 di ajang La Liga.

 

Kekalahan atas Madrid ini jelas menampar wajah Al-Khelaifi, Presiden PSG. Karena sebelum bertanding, Al-Khelaifi sempat sesumbar kalau PSG mampu menaklukkan Madrid. “Real? Tentu saja kami tetap percaya. Kalau tidak, mengapa repot-repot bertanding? Kami memiliki sebuah tim Raja Poker yang bisa mengalahkan Real. Kami akan lolos di Liga Champions. Suporter dan para pemain saling mendukung. Saya ulangi, kami memiliki para pemain dan tim untuk itu,” papar Al-Khelaifi seperti dilansir ESPNFC.

 

Madrid Menang Meski Hadapi Banyak Teror

 

Seolah membenarkan komentar Al-Khelaifi, pendukung PSG memang sampai menebar teror kepada kuad Madrid. Beberapa jam sebelum pertandingan digelar, suporter PSG ini mendatangi hotel tempat Madrid menginap. Media AS sampai melaporkan jika ada ratusan Ultras PSG (suporter PSG) menyambut Madrid dengan intimidatif seperti menyalakan flare dari bandara sampai hotel Madrid.

 

Tak cuma itu saja, Ultras PSG juga membawa banner bernada negatif dan lagu-lagu dengan pesan menyerang untuk mengganggu istirahat pemain Madrid. Namun semua itu jelas sia-sia mengingat tim kesayangan mereka dipermalukan Madrid di kandang sendiri.